Sosialisasi Implementasi Renewable Energi Solar Cell Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya Oleh Tim KKN-T 28 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Energi merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh hampir seluruh negara di dunia. Hal ini mengingat energi merupakan salah satu faktor utama bagi terjadinya pertumbuhan ekonomi suatu negara. Saat ini total kebutuhan energi di seluruh dunia mencapai 10 Terra Watt (setara dengan 3 x 1020 joule / tahun) dan diprediksi jumlah ini akan terus meningkat hingga mencapai 30 Terra Watt pada tahun 2030. Kebutuhan yang meningkat terhadap energi juga kenyataannya bertabrakan dengan kebutuhan umat manusia untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari polusi. Solar Cell merupakan pembangkit listrik yang mampu mengkonversi sinar matahari menjadi arus listrik. Energi matahari sesungguhnya merupakan sumber energi yang paling menjanjikan mengingat sifatnya yang berkelanjutan (sustainable) serta jumlahnya yang sangat besar.

            Solar Cell atau modul surya menghasilkan arus searah (DC) yang berarti arus satu arah. Ini berlaku sama pada baterai. Kebalikan dari arus searah adalah arus bolak-balik (AC). Sumber arus bolak-balik secara teratur membalikkan polaritas. Jika peralatan dirumah atau bangunan memerlukan arus bolak-balik (AC). Untuk mengoperasikannya, maka arus searah (DC) dari modul PV harus dikonversi menjadi arus bolak-balik (AC). Hal ini bisa dilakukan menggunakan inverter. Modul PV surya digunakan untuk berbagai keperluan. “Modul surya atau solar cell juga dapat digunakan untuk instansi kecil seperti mengalirkan listrik untuk beberapa lampu DC maupun AC dan penggunaan peralatan listrik rumah tangga, namun juga untuk instalasi yang lebih besar yang mengalirkan listrik ke desa-desa.” Pungkas Ramadhan selaku ketua program implementasi solar cell di Desa Temu.

            Kegiatan sosialisasi solar cell yang dilakukan oleh tim KKN-T 28 UMSIDA meliputi 2 bagian. Bagian yang pertama adalah menjelaskan komponen-komponen beserta fungsinya yang dibutuhkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Komponen PLTS berupa Modul PV, Sollar Charge Controller, Baterai/Aki, dan Inverter. Bagian kedua adalah cara menghitung kebutuhan PLTS mulai dari membuat pendataan daya listrik, menentukan kebutuhan panel surya, menentukan penggunaan baterai, menentukan inverter, dan menentukan sollar charge Controller. “Terima kasih tim KKN-T 28 UMSIDA, kami disini jadi memahami bagaimana cara menghitung kebutuhan PLTS skala rumahan beserta komponen-komponennya.” Ungkap Pak Edy selaku sekdes Temu.

            Pelaksanaan workshop dilaksanakan oleh tim KKN-T 28 UMSIDA Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Mulai dari cara mengambar rangkaian, perakitan komponen pada box panel, pengkabelan (Wiring), uji coba alat, dan pemasangan instalasi penerangan di pendopo. “ Kami berterima kasih kepada tim KKN-T 28 UMSIDA, kebetulan ini yang saya harapkan dari beberapa tahun yang lalu agar nantinya kami bisa mengembangkan contoh kecil yang telah kalian berikan dengan harapan para pemuda Desa temu semakin meningkatkan kreatifitasnya dan juga ikut berperan aktif didalamnya.” Tutur Pak Subhan selaku ketua BPD Temu.

            Dalam kegiatan ini, diharapkan pemuda Desa Temu maupun lapisan masyarakat dapat menerapkannya sebagai alternatif energi yang ramah lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *